DIGUNAKAN BERSAMA ‘SOFTWARE’ BERLISENSI

http://www.bppt.go.id/

Jakarta – Meski mempromosikan penggunaan open source software dengan mencanangkan gerakan nasional Indonesia Go Open Source (IGOS), software berlisensi tetap akan digunakan. Kebijakan ini berbeda dengan negara-negara Eropa seperti Jerman dan Perancis, juga Asia seperti Korea Selatan dan Taiwan, yang bermigrasi ke open source software dan meninggalkan software berlisensi. Penegasan ini dilontarkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, dalam open house inovasi Open Source Software Karya Anak Bangsa Menuju Kemandirian Nasional di Jakarta, Selasa (12/7). Kalau kita berpihak pada yang satu dan membunuh yang lain itu tidak bagus. Pemerintah tidak boleh begitu, tambahnya. Karena itu kalau nantinya akan dibangun Pusat Pengembangan Software di Indonesia, baik vendor software berlisensi maupun pengembang open source software akan difasilitasi. Pemerintah akan tetap mempertahankan keduanya, karena menurut Kusmayanto Indonesia tidak ingin tergantung pada satu sumber saja. Ia melihat open source juga ada batasnya, seperti Linux yang tidak semua gratis. Pencanangan IGOS sendiri bertujuan meningkatkan kemandirian bangsa dalam mengembangkan peranti lunak, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pelaksanaan IGOS juga membuka peluang bisnis bagi pengembang lokal, yaitu dalam mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan, dalam mengadakan layanan dan pelatihan. Saya harapkan UKM tumbuh subur dengan adanya open source software, ujarnya. Di lingkungan Lembaga Penelitian Non-Departemen bidang Riset Teknologi (LPND Ristek), Kusmayanto selaku Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menargetkan, Agustus mendatang semua kebutuhan peranti lunak untuk perkantoran sudah menggunakan open source software. Di Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, peranti lunak untuk keperluan perkantoran sudah bermigrasi ke OSS, misalnya untuk pemrosesan kata, pengolahan data sederhana, pengolahan tabel, aplikasi untuk presentasi dan surat elektronik. Untuk aplikasi yang spesifik KMNRT masih perlu waktu mengembangkan OSS. Aplikasi spesifik itu misalnya untuk analisis kimia, fisika, geofisika, geologi, dan cuaca.

(yun) Sumber : Kompas (14/7/05) ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: